Butuh perjuangan khusus jika ingin membentuk badan menjadi lebih berotot sehingga terlihat ideal.

Jika muncul keinginan tersebut, orang biasanya memilih untuk melakukan olahraga angkat beban.

Namun, dengan hanya berlatih angkat beban saja tentu tidak cukup. Kita harus disiplin diet dan olahraga rutin untuk membantu menghilangkan lemak sehingga kalori yang masuk lebih sedikit dari yang dikeluarkan.

Namun melakukan keduanya tidak semata-mata langsung menghadirkan otot. Untuk bisa membentuk otot, kita perlu mengatur jenis makanan yang masuk, sekaligus melakukan olahraga yang tepat.

Nah, supaya bisa menghilangkan lemak dan membentuk otot sekaligus, ada beberapa strategi yang bisa kita lakukan seperti yang dilansir Kompas.com, sebagai berikut:

1. Fokus pada latihan kekuatan

Angkat beban adalah jenis olahraga yang ideal untuk membentuk dan membesarkan massa otot. Angkat beban akan menambah serabut otot dan membuatnya lebih besar dan kuat.

Selain angkat beban, latihan kekuatan lain seperti push up, pull up, sit up, dan squat juga bisa menjadi cara terbaik untuk membentuk otot. Usahakan untuk menggerakkan semua kelompok otot utama atau otot inti saat latihan dengan melakukan 4 hingga 7 kali perulangan dalam setiap latihan.

2. Terapkan sistem defisit kalori

Menerapkan defisit kalori artinya kita perlu mengurangi jumlah kalori dalam sehari untuk menurunkan berat badan.

Caranya dengan makan lebih sedikit kalori, lebih sering/intens berolahraga, atau kombinasi keduanya. Sistem defisit kalori membantu tubuh mempercepat metabolisme untuk menghilangkan lemak sambil memperlambat proses pemecahan protein.

Efek ini pada akhirnya berdampak pada kemampuan tubuh untuk membangun otot secara efektif. Cobalah untuk menerapkan desifit kalori sedang, yaitu mengurangi sekitar 20 hingga 25 persen kebutuhan kalori harian dalam diet yang memungkinkan kita menghilangkan lemak saat proses pembentukan otot.

3. Pilih olahraga interval intensitas tinggi

Kombinasikan latihan kekuatan pilihanmu (entah itu angkat beban atau squat) dengan olahraga interval intensitas tinggi alias HIIT sekitar 10 hingga 20 menit.

Kombinasi dua jenis olahraga yang berbeda ini membantu membakar lemak lebih efektif bahkan setelah kita selesai berolahraga. Sesi olahraga HIIT bisa terdiri dari banyak macam latihan kardio, yang dilakukan secara berkesinambungan dengan berbagai varian gerakan dan beberapa kali perulangan.

Misalnya kombinasi squat, burpees, jumping jack, push up dan lainnya yang dilakukan berturut-turut. Sementara berlari juga bisa menjadi HIIT jika dilakukan dengan berbagai variasi, misalnya lari sprint, diteruskan lari menaiki tangga, diselingi push up atau pull up, lalu diulangi sprint lagi dan seterusnya.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *