Galau dalam memilih sepatu sudah biasa. Apalagi kita sebagai konsumen banyak disuguhkan berbagai merek dan jenis sepatu. Belum lagi banyak acuan-acuan yang kita ambil berdasarkan “kata orang”. Mungkin sebelum benar-benar membeli, perhatikan beberapa mitos umum dalam memilih sepatu lari di bawah ini:

#1 Sepatu dengan Review Terbaik adalah Pilihan Terbaik

“Apakah sepatu lari yang memiliki review terbaik saat ini?”

Pertanyaan ini sering dikemukakan pada saat kita sedang memilih sepatu untuk berlari. Urusan memilih sepatu ini tidak  semudah seperti memilih makanan. Untuk soal makanan memang kita  tinggal memilih yang ramai dan mengantre. Yang antreannya panjang biasanya memang enak.

Kalau sepatu mungkin lebih rumit lagi. Karena setiap orang memiliki perbedaan jenis kaki hingga cara berlari, yang membuat jenis sepatu yang cocok juga berbeda-beda. Ditulis dalam artikel sebelumnya bahwa dalam memilih sepatu perlu mempertimbangkan bentuk kaki.

Jangan membeli sepatu berdasarkan pengalaman orang lain semata. Pengecualian jika memang orang tersebut memiliki jenis kaki seperti yang kita miliki. Tidak ada salahnya untuk mencari review calon sepatu yang ingin kita beli. Membeli karena cocok, bukan karena mengikuti arus. Jangan lupa: mencoba sebelum membeli!

#2 Harga Menentukan Kualitas Sepatu

“Ada harga, ada kualitas.”

“Harga ga mungkin bohong!”

Begitu kira-kira pendapat beberapa teman yang memiliki hobi lari mengenai sepatunya. Boleh saja menjadikan ini sebagai pegangan, tapi sudahkah membandingkan harga sepatu kita di setiap toko, termasuk toko online?

Saya mengenal seorang teman yang memiliki catatan lari cukup baik diantara para pelari non-pro. Catatan waktunya adalah 46 menit untuk 10K, 1:43 untuk 21K, dan 4:20 untuk 42K. Dan dari semua catatan waktunya ini, tidak ada satu sepatupun yang melebihi angka 600 ribu rupiah. Bukan berarti sepatu yang dipakai murahan, tetapi memang dia jeli dalam mencari “harga murah” sampai ke toko online. Terkadang sepatu diskonan menyelamatkan dompet kita, kan?

#3 Tidak Perlu Mengganti Merek Sepatu Kalau Sudah Merasa Cocok

Beberapa teman yang saya kenal maniak dengan satu merek dan enggan berpindah ke yang lain. Hal ini karena sudah merasa nyaman dengan merek tertentu. Saya pun sempat demikian. Sampai akhirnya merek sepatu tersebut mengeluarkan seri terbaru dengan tipe yang sama. Karena sudah merasa yakin maka saya membeli sepatu tersebut dengan ukuran yang sama secara online.

Saat dipakai pada race half marathon april kemarin saya mendapati kuku jari telunjuk yang menghitam dan blister di area sekitarnya. Selidik punya selidik ternyata seri terbaru sepatu tersebut memiliki desain ujung sepatu yang lebih sempit. Berlawanan dengan tipe jari kaki saya yang agak lebar.

Kadang kita suka lupa bahwa setiap merek sepatu memiliki model dan varian yang berbeda-beda. Walaupun dengan merek yang sama, tapi memiliki desainnya dibagi dalam beberapa tipe. Bahkan tipe yang sama pun bisa berbeda antara seri terbaru dengan seri sebelumnya. Seperti yang saya alami.

Jadi boleh saja kita mengidolakan merek tertentu, tapi kenyamanan adalah hal yang terpenting. Cek lagi dengan teliti apakah sepatu yang kita beli memang sesuai dengan kaki yang kita miliki. Jangan takut pindah ke merek lain. Kalau lebih nyaman, kenapa tidak?

#4 Rekomendasi Spesialis Sepatu adalah Resep

Saat datang ke klinik dokter untuk berkonsultasi, biasanya kita diberi resep obat untuk solusinya. Jika suatu saat sakit yang sama terulang lagi, kita pun menjadikan resep sebelumnya sebagai solusi andalan. Tapi untuk sepatu tidak bisa seperti itu. Perlu diuji lagi apakah rekomendasi yang diberi Shoe Specialist (Orang yang ahli mengenai sepatu) memang paling tepat atau ternyata tidak sesuai.

Shoe specialist atau ahli ahli sepatu bertugas untuk memberi rekomendasi sepatu sesuai jenis kaki kita, karena terkadang pembeli masih belum tau sepatu apa yang ingin dibeli. Setelah diberi saran, kita pun mencoba sepatu yang ingin dibeli.

Akhirnya tertanam dalam benak kita bahwa sepatu tersebut adalah yang terbaik. Hal ini menjadi prototipe di mindset kita pada saat memilih sepatu di kemudian hari harus memilih sepatu dengan tipe tertentu tersebut. Bahkan lebih spesifik lagi mengenai merek dan tipenya. Padahal seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa setiap seri terbaru seringkali memiliki perubahan dalam segi karakter dan desain, yang ternyata sudah tidak relevan lagi dengan ukuran kaki kita.

Pilihan spesialis sepatu di toko memang bisa membantu kita memilihkan sepatu yang tepat sesuai dengan jenis kaki kita, akan tetapi ada banyak faktor lain yang mempengaruhi tingkat kecocokan. Perubahan berat badan, frekuensi berlari, dan gesture berlari dapat membuat perubahan dalam kekuatan otot, keseimbangan, kebiasaan melangkah, efisiensi dalam berlari, dan juga kecepatan dalam berlari.

“Anda bisa bertanya pada 10 fisioterapis, 10 podiatris, 10 dokter rehab yang melihat seorang pelari berlari di treadmill, dan bisa mendapatkan 30 deskripsi yang berbeda tentang apa yang mereka lihat.” ujar Paul Langer, presiden dari American Academy of Podiatric Sports Medicine dan juga seorang pelari.

Benno Nigg, seorang biomekanis, mengindikasikan metode terbaik untuk mengevaluasi sepatu yang cocok dengan kita dengan cukup sederhana: Pilihlah sepatu apabila dirasakan nyaman pada saat berlari. Jadi, jangan takut untuk mencoba!

#5 Tidak Perlu Mencoba Berbagai Jenis dan Merek Sepatu Jika Sudah Ada Satu yang Nyaman

Ketika mengacu pada suatu hubungan, monogami akan menjauhkan kita dari masalah. Akan tetapi ketika mengacu pada pemilihan sepatu, monogami mungkin dapat memberikan masalah.

Setia pada satu sepatu tidak salah, tapi tidak ada salahnya menambah pembendaharaan sepatu di rak sepatu. Ternyata berlari dengan sepatu yang berbeda dapat membuat semakin kuat, cepat, dan tidak mudah terkena cedera.

Studi memperlihatkan berlari dengan berbagai macam tipe sepatu dapat menurunkan resiko terkena cedera. Hal ini dapat terjadi karena pada saat kita menggunakan tipe sepatu yang berbeda, interaksi kita dengan jalanan juga sedikit berubah, yang menyebabkan pola langkah kita juga berubah tanpa disadari.

Seiring waktu dan penambahan durasi jarak tempuh, otot kita pun mengalami penguatan dan terjadi penekanan pada sisi yang sama secara terus menerus (stress training). Variasi sepatu membantu untuk mengurangi resiko stress training ini.

Dari variasi sepatu yang kamu miliki, penggunaannya pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Jadi kaki kita mengenal beberapa tipe sepatu yang memberika penekanan yang berbeda pula pada tubuh. Menggunakan sepatu yang berbeda-beda untuk latihan speed, long run, ataupun pada saat race, akan membuat otot-otot kaki terbiasa dan menjadi semakin kuat.

BONUS

Saya kira kelima di atas sudah cukup mewakili mitos-mitos dalam memilih sepatu lari. Tiba-tiba teringat pada satu mitos yang saya rasa wajib ditulis di sini. Mitos ini yang paling sering saya dengar dari teman-teman yang hobi lari. Berikut mitos yang ke-6:

#6 Sepatu Tertentu Membuat Lari Lebih Cepat

“Kalau pakai sepatu ini saya bisa lebih cepat!”

Ini adalah mitos yang paling lama dan sering dianggap benar oleh para pelari. Apabila menggunakan sepatu dengan merek dan varian tertentu maka seorang pelari dapat berlari lebih cepat. Coba acungkan jari jika kamu merasa menjadi salah satunya!

Sepatu tidak bisa membuat kita lebih cepat, tetapi bisa memberi rasa nyaman dalam berlari cepat. Maaf untuk kamu yang sudah mengacungkan  jari sebelumnya. Sepatu yang tepat membuat membuat kita merasa nyaman dalam berlari, dan rasa ini yang menjadi salah satu faktor untuk dapat berlari lebih cepat.

Jangan lupa bahwa sumber kekuatan berlari adalah otot di dalam tubuh kita. Selain itu ada juga peran kinerja paru-paru dan jantung. Pola latihan yang tepat membuat tubuh semakin terbiasa dan terlatih sehingga performa kita pun menjadi baik. Apapun sepatunya, jangan lupa latihannya!

Kamu pernah mendengar mitos lainnya selain yang ditulis di atas? Yuk share juga di kolom komentar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *