Bugaraga – Lari kini jadi primadona. Mudah, murah, serta dapat dilakukan dimanapun. Tak perlu “lawan”, serta dipercaya bisa membakar lemak dengan cepat turut andil menjamurnya berbagai komunitas serta event lari di berbagai kota.  Meski demikian, bukan berarti lari bisa dilakukan secara “sembarangan”. Apalagi jika Anda sudah mulai melakoni marathon. Bukan hanya persiapan fisik dan mental yang penting, tapi juga asupan nutrisi juga mesti disiapkan dengan benar.

Menempuh jarak puluhan kilometer bukan berarti makan bisa dilakukan secara membabi buta, atau makanan berat dalam porsi besar, terutama sesaat sebelum berlari. Saat Anda makan dalam porsi besar sebelum berlari, maka energi yang “seharusnya” digunakan untuk berlari, akan dialokasikan terlebih dulu untuk mencerna makanan. Akibatnya tubuh mudah capek, perut terasa begah, dan pace jadi berantakan.

5 Makanan Yang Sebaiknya Dihindari Agar Pace Tetap Terjaga

Berikut 5 makanan yang sebaiknya dihindari agar pace tetap terjaga selama berlari.

  1. Makanan dengan kadar protein tinggi

Makanan dengan kandungan protein yang tinggi akan membuat perut terasa kenyang lebih lama, karena tubuh butuh waktu yang lebih panjang untuk mencerna protein dibandingan dengan karbohidrat. Saat berlari, tubuh perlu lebih banyak energi yang bisa diperoleh dari karbohidrat. Untuk itu, sebaiknya makanan dengan kadar protein tinggi dikonsumsi 1 hingga 2 jam sebelum lari.

  1. Makanan kaya lemak

Burger, pizza, dan daging memang tampak menggiurkan. Namun tak seperti telur atau ikan yang kaya akan protein, makanan berlemak perlu waktu lebih lama untuk bisa dikonversi menjadi energi. Oleh sebab itu, alangkah baiknya jika makanan berlemak ini dikonsumsi sebagai post workout meals.

  1. Makanan dengan kadar gula tinggi

Sumber: relentlessforwardcommotion.com

Mengkonsumsi makanan dengan kadar gula tinggi akan merangsang pemebentukan insulin. Akibatnya, gula darah meningkat. Tak hanya itu, energi yang dihasilkan dari gula pun bersifat sementara.

  1. Susu

Konsumsi susu sebelum lari dapat membuat perut Anda menjadi tegang. Selain itu, susu juga memperlambat proses penyerapan karbohidrat dalam tubuh.

  1. Makanan kaya serat

Sumber: Runtastic

Makanan dengan serat tinggi sebaiknya tidak dikonsumsi sebelum lari, tubuh akan mengeluarkan energi ekstra untuk mencerna makanan tersebut. Akibatnya perut menjadi kram dan mengganggu kenyamanan Anda dalam berlari. Jika Anda ingin konsumsi buah-buahan sebagai makanan “pembuka”, jeruk, tomat, dan buah dengan kadar serat rendah bisa jadi pilihan.

Asupan yang benar dan waktu yang tepat akan membantu meningkatkan performa lari Anda. Sebagai contoh, jika Anda hanya punya waktu satu jam sebelum mulai berlari, pilihlah makanan dengan kandungan karbohidrat baik, lemak baik, cukup air, vitamin, dan zat besi, seperti muesli atau oatmeal. Jangan ragu untuk menambahkan telur untuk “menjaga” energi saat berlari.

 

Semoga bermanfaat.

 

Cover photo: Active.com

Rahajeng Kurniawati
A lifelong learner who loves to run and travel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *