Anda tahu bahwa lari punya banyak manfaat kesehatan, tapi tetap saja rasanya sulit sekali untuk mulai berlari.

Menurut Prevention, di balik sekian banyak alasan yang dikemukakan, bisa jadi itu bermuara pada kebiasaan buruk yang selama ini Anda lakoni. Yuk, sama-sama cek dan ubah menjadi kebiasaan baik seperti dilansir runnerid.

1. Batasi Waktu di Media Sosial

Data Kementrian Komunikasi dan Informatika menyebutkan bahwa Indonesia menempati peringkat ke-4 pengguna Facebook terbesar di dunia (Untuk Twitter, kita menempati peringkat ke-5).

Hal ini menunjukkan bahwa kita banyak menghabiskan waktu di media sosial, yang saking banyaknya bisa jadi hingga mengambil waktu yang seharusnya  bisa digunakan untuk berlari.

Terdengar tak asing? Mari batasi waktu di dunia maya, ikat tali sepatumu, dan mulai berlari. Setelah itu, baru deh posting foto lari di media sosial.

2. Kerja untuk Hidup (dan Bukan Sebaliknya)

Dalam studi tahun 2013 terhadap pada personel militer di Amerika ditemukan bahwa semakin tinggi tingkat stres suatu pekerjaan, semakin jarang mereka akan berolahraga.

Tuntutan pekerjaan memang membuat banyak pelari kantoran susah-susah gampang menyisihkan waktu untuk olahraga. Bila Anda sering pulang melewati jam kantor, coba pindahkan jadwal lari menjadi pagi hari.

3. Take Breaks

Pernah dengar istilah sitting is the new smoking? Duduk lebih lama dari delapan jam sehari membuat orang cenderung tidak berolahraga dan pada akhirnya meningkatkan kemungkinan terkena berbagai penyakit, demikian menurut studi yang dilakukan di Australia. Untuk mengatasinya, ambil break di sela-sela berkerja untuk melakukan peregangan atau berjalan kaki.  

4. Disiplin Tidur
Aspek latihan tidak hanya soal latihan itu sendiri. Tidur juga merupakan bagian dari latihan. Kerap bedagang menonton TV hingga larut malam akan membuat Anda tidak merasa segar keesokan paginya.

Selain itu, kurangnya waktu tidur juga akan menurunkan motivasi, membuat tubuh kelelahan dan lebih rentan cedera, demikian menurut studi yang dipublikasikan di situs National Center for Biotechnology Information.

5. Hang Out Seperlunya
Memiliki hubungan yang baik dengan teman dan keluarga adalah kunci kebahagiaan. Meski demikian, bila untuk menjaganya Anda sampai harus hang out setiap malam dan tak mau melewatkan happy hour, berarti Anda memprioritaskan kehidupan sosial di atas kebutuhan untuk olahraga.

Bukannya kehidupan sosial tak perlu, tapi bisa, kan, waktunya diatur. Seperti bunyi sebuah ungkapan terkenal: Take care of your body, it is the only place you have to live. Coba seimbangkan keduanya.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *