Bugaraga – Tidak semua orang harus bisa berlari marathon. Jarak tempuh 42,195 km menjadikan marathon bukanlah suatu olah raga lari jarak jauh yang bisa diikuti oleh semua orang. Bahkan sampai ada idiom yang menyatakan bahwa marathon adalah ajang ‘naik hajinya’ para pelari. Sehingga, hanya mereka yang mampu saja yang boleh dan bisa melakukan lari sejauh 42.195 km ini.

Namun tidak dapat dipungkiri, animo lari marathon ini semakin banyak peminatnya. Tidak hanya Jakarta City Marathon atau Bali Marathon yang dijadikan tujuan dan target utama para pelari non-atlit ini untuk diikuti, tapi juga 6  World Marathon Major menjadi ajang tergengsi yang bisa di ikuti pelari-pelari jarak jauh ini.

6 World Marathon Major itu adalah New York City Marathon, Chicago Marathon, Berlin Marathon, London Marathon, Tokyo Marathon, dan yang tersulit adalah Boston Marathon.

Sistem pendaftarannya juga tidak semudah kita ingin mendaftar race seperti layaknya Bali Marathon atau Jakarta City Marathon. Ada system lottery atau pengundian, yang hanya bisa didapat kalau Anda beruntung, atau Anda sudah melewati kualifikasi tertentu.

Yang tersulit tentunya Boston Marathon. Tidak hanya mendapatkan pengundian yang sangat sulit dibandingkan 5 World Marathon lain, namun juga qualifikasi untuk bisa memasuki Boston Marathon adalah sudah lulus sedikitnya 4 World Marathon Major dengan catatan waktu dibawah 4 jam, tergantung dari karegori umur dan gender.

Berlin Marathon: Pilihan pertama menunaikan ibadah 6 World Major Marathon

Namun sebelum kita sampai ke Boston Marathon, berikut adalah 5 alasan kenapa Berlin Marathon sangat pantas dijadikan pilihan pertama untuk Anda yang ingin menunaikan ibadah 6 World Marathon Major.

  1. Selalu diadakan di bulan September

Bulan September adalah bulan awal musim gugur, atau peralihan antara musim panas dengan  musim dingin di Eropa. Sehingga ada matahari yang hangat, dengan temperature yang sangat nyaman antara 22-27 derajat celcius kala berlari. Jadi Anda akan mengalami cuaca terbaik di dunia untuk berlari marathon kali ini.

Seperti lari pagi di pukul 6, hanya saja Berlin Marathon baru dimulai pukul 9 waktu setempat. Sehingga para pelari bisa istirahat dan tidur nyenyak terlebih dahulu sebelum mengikuti lomba. Tidur cukup, cuaca yang sempurna bersahabat, bukankan itu impian para pelari marathon?

  1. Elevasi yang rendah

Elevasi tertinggi Berlin Marathon terletak diantara KM 25-30, kemudian melandai sampai KM 35. Atau dengan kata lain, ada tanjakan halus dan turunan yang nyaman dengan tingkat elevasi maksimum 40. Atau kalau Anda sering berlarian di Bukit Golf Pondok Indah, satu loop Bikut Golf Pondok Indah jauh lebih tinggi elevasinya dari Berlin Marathon. Sehingga tidak heran, banyak sekali pelari yang cenderung merasa bahwa jalur Berlin Marathon, sangat datar dan nyaman sekali untuk berlari.

  1. Jalur yang lurus membuat banyaknya personal best yang tercipta

Dijuluki sebagai “the most friendliest marathon in the world” Berlin Marathon memiliki jalur lurus sepanjang 42.195 kmnya. Sehingga tidak heran kalau Eliud Kipchoge, warga negara Kenya pemenang medali emas di Olipiade lalu, membukukan pencatatan tercepat dalam sejarah Berlin Marathon dalam 5 dekade terakhir, dengan menyelesaikan full marathonnya dalam waktu 2 jam, 1 menit 39 detik.

The Berlin Marathon sendiri menobatkan Kipchoge sebagai “the greatest marathon runner of all times.” Dan teman-teman yang mengikuti Berlin Marathonpun pasti berkata bahwa mereka mendapatkan PB-nya di Berlin.

  1. Suporter sepanjang jalan yang tidak berhenti menyemangati

Tidak hanya para pelari, warga Berlin juga tampaknya sangat menikmati ajang lari marathon yang diadakan dengan sponsor utama BMW ini setiap tahunnya. Terbukti di sepanjang jalur marathon, masyarakat Berlin akan terus menerus mensupport dan meneriakkan kata kata pemberi semangat kepada siapapun pelari yang lewat. Hal ini ternyata membuat para pelari dari manca negara dan negara tetangga menjadi lebih antusias dalam menyelesaikan marathon ini.

Tidak hanya ada rasa yang menyenangkan, Anda juga akan merasa sangat disambut dan dihargai karena telah mengikuti ajang lari marathon di Berlin ini.

  1. Rute yang penuh nilai sejarah

Berlin adalah salah satu kota yang penuh dengan bangunan tua yang menyimpan sejarah. Sepanjang jalur marathon, Anda akan melewati tempat-tempat sejarah yang sangat memanjakan mata. The Brandenburg Gates adalah salah satu tempat yang harus dicermati.

Brandenburg gate (sumber: the wallpapershome)

Sebelum tembok Berlin dirobohkan, pada tgl 30 September 1990, para pelari marathon hanya bisa berlari di sekitaran Berlin Barat. The Brandenburg Gates merupakan gerbang kota dan salah satu simbol utama Berlin, Jerman, yang menunjukkan bersatunya kembali Berlin yang sebelumnya terpecah dua.

Dan kini, garis finish Berlin Marathon, terletak tidak jauh dari The Brandenburg Gates. Sehingga foto finisher cantik Andapun memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Salah satu yang selalunya menarik perhatian adalah adanya Runners Expo, yang tentunya berbarengan dengan pengambilan racepack. Disini selain Anda akan dimanjakan dengan berbagai apparel lari dengan penawaran yang sangat menarik, akan ada juga limited edition dari beberapa merk terkenal. Dan tidak hanya itu, Anda akan merasa bangga tidak terkira, karena Anda salah satu dari sedikit orang Indonesia yang bisa mengikuti ajang lari yang bergengsi ini.

Tercatat hanya 11 orang warga negara Indonesia yang pernah mengikuti keseluruhan 6 World Marathon Major, 3 diantaranya Perempuan. Apa mungkin Anda yang ke -12? Mengapa tidak dimulai dari Berlin Marathon?

 

Image: mprnews

Fioney Sofyan, S. Ked., RFA
A financial enthusiast who loves writing and running, and dreaming one day can participate in 6 World Marathon Major

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *