Gaya bebas merupakan gaya favorit bagi para perenang. Gaya ini dianggap paling cepat efektif.

Namun, memperagakan gaya bebas tidak bisa sembarangan. Faktanya, ada beberapa kebiasaan buruk yang dialakukan perenang ketika melakukan gaya ini.

Hal terpenting yang harus diketahui adalah berenang memerlukan latihan, waktu adaptasi dengan air, dan pengulangan berkali-kali untuk mencapai kemampuan prima.

Berikut adalah kesalahan-kesalahan yang biasa dilakukan saat gaya bebas dan cara untuk memperbaikinya.

1. Posisi Kepala

Pada saat berenang, orang seringkali mengabaikan posisi kepala. Padahal,

detail kecil ini yang akan membuat berenang kita nyamandan membuat tubuh

bagian bawah tidak tenggelam terlalu dalam di air.

Perenang biasanya berenang dengan posisi kepala tinggi sehingga menimbulkan tegangan pada leher yang kemudian akan menyebabkan pinggang dan kaki terlalu tenggelam di dalam air.

Memang kebanyakan kasus ini timbul karena ketidaknyamanan saat mengambil nafas di air.

Solusi:
Pertama, pandangan Anda harus ke bawah. Hal ini akan membuat leher santai, rileks, dan menjadikan tubuh berbentuk horisontal.

Jika Anda dianalogikan seekor ikan paus yang memiliki lubang di punggung untuk bernafas, posisi tubuh horisontal akan membuat mudah bernafas melalui lubang di punggung.

Sementara itu, jika posisi leher Anda terlalu mendongak ke atas, maka lubang di punggung akan tertutup air karena posisinya di bawah kepala hingga tidak dapat bernafas.

Jika Anda lakukan ini dengan benar, maka bagian tubuh arah pinggang hingga kaki akan terangkat di air dan mengurangi hambatan dengan air.

2. Melakukan satu rangkain gaya yang pendek-pendek

Ketika merasa lelah, kita cenderung berenang dengan gaya yang pendek-pendek. Hal ini malah akan mengurangi jangkauan kita dan memperpendek jarak kayuhan.

Imbasnya adalah kita akan semakin lelah dan jarak yang ditempuh juga berkurang.

Solusi:
Yang perlu dilakukan adalah memperlambat berenang. Dengan demikian, diharapkan kita berenang dengan gaya yang penuh dan tidak pendek-pendek.

3. Kayuhan Kaki

Ada dua kesalahan yang biasa terjadi dalam hal kayuhan kaki dalam berenang, yakni kayuhan kaki yang lemah dan kayuhan yang terlalu banyak.

Jika Anda pernah berlatih kayuhan kaki menggunakan kickboard untuk berenang dari sisi kolam yang satu ke sisi kolam yang lain, Anda mungkin merasa bahwa Anda tidak berenang begitu cepat.

Jika kayuhan kaki Anda lemah atau malah terlalu sering, Anda malah cenderung tidak bergerak. Kayuhan yang baik memerlukan fleksibilitas pergelangan kaki yang baik, dimana jika fleksibitas berkurang akan mengakibatkan kejang atau kram pada betis, terutama jika menggunakan fin.

Solusi:
Harus ada amplitudo yang baik pada kayuhan, tetapi jangan terlalu lebar karena malah bisa mengganggu posisi tubuh.

Kayuhan kaki sebaiknya seirama dengan gerakan yang lain, terutama dengan saat kita mengambil nafas.

Bagi yang memiliki kayuhan kaki yang lemah disarankan untuk berlatih menggunakan fin, namun jangan terlalu sering menggunakannya. Jangan-jangan Anda malah akan terbuai dan menggunakan fin terus.

4. Tidak Ada Rotasi Yang Seirama

Pada melakukan gaya bebas, sangat jarang kita melihat seseorang berenang dengan gerakan rotasi dari bahu, dada hingga pinggang.

Adalah hal biasa juga melihat seorang perenang melakukan gerakan rotasi dari bahu, dada hingga pinggang di sisi yang satunya tapi tidak di sisi yang lain.

Solusi:
Teknik berenang yang efisien adalah ketika bahu, dada, dan pinggang bergerak seirama. Hal ini yang disebut ‘body roll’.

Harap diperhatikan posisi kepala harus tetap dengan pandangan ke bawah, kecuali untuk gerakan mengambil nafas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *