Pelari juga bisa salah. Banyak hal yang kita anggap benar tetapi kenyataannya tidak berkata demikian. Daripada bingung, lebih baik langsung menanyakan pada ahlinya!

#1. Kolang-kaling dapat menyembuhkan radang sendi, mitos atau fakta?

“Mitos!” ujar Dr. Kiki, Spesialis Bedah Tulang di RS Medistra. “Kolang-kaling memang benar terdapat kandungan galaktomanan, tetapi belum ada penelitian apakah kandungan galaktomanan pada kolang-kaling efektif untuk persendian,” lanjutnya.

Dokter yang aktif latihan dan mengikuti berbagai race lari ini berpendapat bahwa penelitian tentang efektifitas galaktomanan terhadap persendian ini masih kasar. Namun, mengonsumsi kolang-kaling tidak ada salahnya jika memang kita merasa lebih baik setelah mengonsumsinya. Apalagi kolang-kaling ini kandungan serat dan kadar air yang tinggi, yang sangat berguna untuk pencernaan kita.

Fakta tentang efektifitas galaktomanan di kolang-kaling untuk tubuh menurut Dr.Kiki:

  1. Kandungan galaktomanan untuk mengurangi nyeri, bukan menyembuhkan radang atau inflamasinya.
  2. Kandungan galaktomanan pada jamur lebih tinggi dibanding kolang-kaling.
  3. Belum ada penelitian berapa banyak kolang-kaling yang harus dikonsumsi agar efektifitas dari zat galaktomanan terasa oleh tubuh. (Mungkin kita perlu mengonsumsi 1kg kolang-kaling dalam sehari dahulu agar zat galaktomanan pada kolang-kaling terasa oleh tubuh)

#2. Mengonsumsi kopi sebelum berlari dapat meningkatkan performa, mitos atau fakta?

Dr. Kiki berpendapat bahwa efek kafein untuk performa lari bisa dianggap benar. Kafein bisa menjadi “booster” untuk meningkatkan euforia dalam berlari dan membuat tidak mudah lelah. Akan tetapi kondisi kesehatan setiap orang berbeda. Jika yang memiliki masalah jantung mungkin akan berbahaya. Jika kondisi tubuh kita memang baik-baik saja, diperbolehkan memanfaatkan kafein untuk memacu adrenalin saat berolahraga.

Fakta tentang efektifitas kopi untuk performa lari menurut Dr.Kiki:

  1. Kandungan kafein dalam segelas kopi dapat meningkatkan euforia dan membuat tubuh tidak mudah lelah.
  2. Kafein dapat meningkatkan efektifitas otot.
  3. Agar efek kafein terasa, waktu terbaik untuk mengonsumsi kopi sekitar 3-4 jam sebelum berlari.
  4. Karena kafein memancing kita lebih sering buang air kecil, jadi sebaiknya memperhatikan asupan cairan agar tidak dehidrasi.
  5. Takaran kafein dalam suplemen (misalnya: energy gel) lebih bisa terukur dibanding dengan segelas kopi.
  6. Kasiat kafein ini tidak direkomendasikan untuk yang memiliki masalah jantung.

#3. Membeli sepatu berdasarkan jenis kaki (pronation, under pronation, dan over pronation), mitos atau fakta?

Pronasi suatu gerakan normal saat berlari. Untuk meredam suatu putaran maka kaki kita membentuk suatu pronasi. “Jika sekarang terdapat beberapa standar sepatu lari berdasarkan gerakan kaki menjejak di tanah (pronation), hal ini diawali oleh kepentingan bisnis,” ujar Dr. Kiki.

Pasar industri sepatu semakin kreatif dalam menciptakan inovasi. Selagi ini membuat kaki kita lebih nyaman, tentunya tidak bermasalah. Walaupun sebenarnya tidak ada standar sepatu yang baku untuk pronasi ini.

Beberapa orang merasa lebih nyaman jika memakai sepatu dengan support tertentu di bagian telapak kakinya. Maka itu tetap disarankan untuk mencoba sebelum membeli.

LANGSUNG TANYA PADA AHLINYA

Banyak kontroversi seputar kesehatan, akan tetapi sebaiknya tidak mudah termakan info yang belum jelas faktanya. Pada hari sabtu ini tanggal 18 dan 23 Agustus 2017 akan ada seminar “From Doctor to Runners: Run to be Healthy” di Hotel Shangri-La, Jakarta. Dr.Kiki akan mengulas tentang mitos dan fakta dalam berlari lebih lengkap lagi.

Seminar ini akan diisi oleh beberapa dokter yang akan memberi informasi penting untuk para pehobi lari agar dapat berlari dengan aman dan nyaman dari sisi kesehatan. Selain itu juga ada Andri Yanto yang aktif memberikan pelatihan berlari. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *