Olahraga berat seperti lari jarak jauh menyebabkan otot memendek dan mengencang. Selain itu, penyebab otot memendek lainnya antara lain kebiasaan postur secara umum, dan karena proses penuaan dan penyalahgunaan otot.

Peregangan dapat membantu memanjangkan otot dan tendon, hingga kembali ke rasio tegangan panjang otot normal.

Peregangan menjaga otot tetap fleksibel, kuat dan sehat, dan kita memerlukan fleksibilitas untuk menjaga kisaran gerak sendi. Tanpa fleksibilitas, ketika otot akan digunakan untuk beraktivitas, otot menjadi lemah dan tidak dapat memanjang, yang menimbulkan risiko nyeri sendi, regangan dan kerusakan otot.

Misalnya, duduk di kursi sepanjang hari akan menyebabkan otot hamstring di bagian belakang paha mengencang. Hal ini menyebabkan sulit untuk meluruskan lutut yang dapat mengganggu berjalan.

Begitu juga ketika otot yang mengencang tiba-tiba digunakan untuk aktivitas berat, otot dapat mengalami kerusakan akibat teregang tiba-tiba. Otot yang cedera tidak cukup kuat untuk menyokong sendi, yang dapat menyebabkan cedera sendi.

Peregangan yang dilakukan satu tidak akan memberikan fleksibilitas secara instan. Anda harus melakukannya berulang kali. Diperlukan beberapa minggu hingga beberapa bulan untuk menjadi fleksibel.

Lakukan program peregangan harian dengan melakukan setidaknya tiga hingga empat kali dalam seminggu.

Berikut 3 jenis perenggangan otot seperti dilansir flexfreeclinic.com:

1. Peregangan Statis

Peregangan statis dianggap sebagai metode peregangan yang paling aman. Peregangan statis harus ditahan selama 20-30 detik pada titik di mana Anda dapat merasakan regangan tetapi tidak menimbulkan rasa tidak nyaman. Bila Anda merasa tidak nyaman, hentikan peregangan. Jangan melakukan gerakan “memantul” ketika sedang menahan regangan.

2. Peregangan Dinamis atau Balistik

Peregangan balistik yaitu peregangan yang dilakukan dengan kecepatan dan hanya boleh dianjurkan oleh terapis atau pelatih olahraga Anda. Peregangan ini sering digunakan sebagai bagian dari pemanasan sebelum berolahraga.

Peregangan dinamis melibatkan pergerakan otot yang bergerak dengan kisaran gerak penuh yang diperlukan dalam berolahraga.

Bila olahraga yang akan Anda lakukan memerlukan tenaga yang tiba-tiba, misalnya melompat, atau percepatan yang tiba-tiba, maka peregangan balistik spesifik di bawah pengawasan fisioterapis atau pelatih dapat disarankan sebagai bagian dari pemanasan.

3. Peregangan Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF)

Peregangan Proprioceptive Neuromuscular Facilitation atau PNF melibatkan komponen peregangan, kontraksi otot, dan peregangan lebih lanjut. Proses ini biasanya diulang beberapa kali dan menggunakan trik pada refleks serat otot untuk membantu memanjangkan otot.

Teknik peregangan PNF pertama kali dikembangkan sebagai terapi otot, akan tetapi saat ini digunakan oleh atlet sebagai cara untuk meningkatkan fleksibilitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *