Pulih dari cedera bukan berarti Anda bebas bergerak untuk berlatih kembali. Hati-hati karena cedera bisa berisiko timbul kembali, bahkan berpotensi menjadi lebih parah.

Hal paling utama yang harus dilakukan saat kembali berolahraga pasca cedera adalah menghangatkan kembali otot-otot yang sekian lama tidak digerakkan saat cedera.

Penghangatan otot dimaksudkan untuk mengembalikan fleksibilitas bagian otot yang cedera.

Cara untuk mengembalikan kehangatan dan fleksibilitas tersebut adalah dengan melakukan peregangan dan pemanasan.

Berikut ini tiga hal penting yang perlu diperhatikan jika ingin kembali berolahraga pasca-pulih dari cedera.

Pemanasan
Pemanasan dilakukan untuk meningkatkan suhu tubuh dan biasanya ditandai dengan sedikit berkeringat.

Saat cedera, otot berada pada suhu rendah atau dingin sehingga rawan cedera. Dengan pemanasan, jaringan-jaringan di tubuh semakin fleksibel sehingga meminimalisir kemungkinan terjadinya kram otot hingga cedera.

Pemanasan bisa dilakukan dengan latihan kardio ringan seperti treadmill, jumping jack, atau squat selama 1-5 menit.

Saat tubuh mulai mengeluarkan sedikit keringat dan terasa hangat, artinya Anda sudah siap untuk berolahraga.

Peregangan
Peregangan dilakukan untuk mengembalikan kelenturan otot-otot yang tegang dan kaku pasca cedera.

Seperti halnya otot yang dingin, maka otot yang tegang dan kaku pun rawan cedera.

Peregangan dapat dilakukan dengan melakukan penguluran bagian-bagian otot yang sering digunakan untuk berolahraga, seperti otot leher, tangan, lengan, pundak, betis, lutut, kaki, pinggul serta paha.

Jangan lupa nutrisi
Saat cedera, tubuh membutuhkan istirahat yang cukup untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan jaringan saraf akibat cedera. Selain istirahat, pemulihan juga dilakukan dengan memenuhi kebutuhan nutrisi untuk mempercepat pemulihan.

Nutrisi yang dibutuhkan untuk pemulihan cedera adalah vitamin dan mineral.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *