Olahraga adalah kegiatan yang menyenangkan sekaligus menyehatkan. Tubuh Anda bergerak secara aktif dan pikiran pun jadi lebih segar.

Olahraga memang menuntut Anda untuk menggerakkan tubuh dengan konsentrasi dan koordinasi yang baik agar hasilnya pun maksimal. Jika Anda kehilangan fokus sedikit saja ketika berolahraga, akibatnya bisa bermacam-macam mulai dari cedera ringan hingga serius.

Untuk menghindari cedera olahraga, Anda harus menyiapkan diri dan melakukan pemanasan dengan benar. Anda juga sebaiknya menjaga konsentrasi agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Supaya Anda bisa lebih berhati-hati, simak 10 jenis cedera yang paling sering terjadi saat berolahraga berikut ini, seperti dilansir Hellosehat.com.

6. Cedera lutut

Cedera lutut sering terjadi pada atlet lari, sepak bola, basket, voli, dan olahraga cabang atletik yang banyak bertumpu pada lutut. Biasanya ditandai dengan rasa nyeri pada tempurung lutut yang disertai dengan bunyi seperti retakan atau patahan.

Cedera lutut bisa terjadi karena kecelakaan seperti jatuh dan terbentur atau karena gerakan yang tidak lazim dan terlalu lama melakukan gerakan dengan lutut sebagai tumpuan. Pada beberapa kasus, sendi pada lutut mengalami pergeseran sehingga menyebabkan rasa sakit yang luar biasa.

Menyembuhkan cedera lutut butuh perawatan yang intens. Anda sebaiknya beristirahat total agar lebih cepat pulih. Posisikan lutut agar selalu terangkat, misalnya dengan mengganjal pakai bantal tinggi saat Anda berbaring.

Untuk membantu mengurangi rasa sakit, kompres dengan es. Namun, jika cedera Anda tidak membaik setelah perawatan berhari-hari, konsultasikan pada tenaga kesehatan profesional.

7. Cedera siku

Bagi Anda yang sering berolahraga seperti bulutangkis, tenis, golf, voli, atau angkat beban, berhati-hatilah supaya tidak mencederai siku Anda yang sering menjadi tumpuan. Cedera siku terjadi karena peradangan otot yang terus-menerus digunakan untuk bergerak dan menahan beban. Anda pun akan merasakan sakit ketika menggerakan dan mengangkat lengan atau tangan.

Untuk mengurangi rasa sakit, kompres siku dan bagian yang sakit dengan es selama 20 sampai 30 menit setiap empat jam sampai nyeri mereda. Anda juga bisa minum obat pereda nyeri dan peradangan untuk mempercepat penyembuhan.

8. Cedera Achilles tendon

Cedera ini biasanya terjadi pada otot tumit hingga betis Anda. Olahraga seperti sepak bola, basket, voli, dan lari meningkatkan risiko Anda mengalami Achilles tendinitis. Anda akan merasakan nyeri pada tumit atau betis yang disebabkan oleh robeknya tendon.

Umumnya cedera tendon Achilles akan pulih dengan sendirinya setelah Anda mengistirahatkan kaki. Namun, untuk meredakan nyeri Anda bisa mengompres dengan es dan mengangkat tumit lebih tinggi.

9. Cedera hamstring

Saat Anda merasakan sensasi nyeri seperti otot Anda ditarik pada bagian belakang paha, ini berarti Anda mengalami cedera hamstring. Hamstring adalah empat otot yang berjajar sepanjang paha belakang Anda.

Cedera ini bisa melukai siapa pun dan biasanya terjadi karena kurang pemanasan, otot yang kelelahan, dan gerakan yang tiba-tiba. Menangani cedera hamstring mirip dengan cedera otot lainnya. Cukup kompres dengan es dan istirahatkan selama beberapa saat.

10. Gegar otak

Anda pasti pernah mendengar cedera ini. Gegar otak memang sering terjadi dan menjadi salah satu cedera yang banyak ditangani di instalasi gawat darurat di seluruh dunia.

Gegar otak biasanya terjadi karena benturan (trauma) pada kepala yang melukai pembuluh darah dan saraf otak. Akibatnya, Anda akan mengalami berbagai gangguan seperti pusing, penglihatan berkurang, muntah-muntah, dan hilang kesadaran. Segera hubungi tenaga medis jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *