Sudah capek-capek berlatih tapi tidak membuahkan hasil? Ini yang perlu kamu lakukan. Kadang bukan hanya penampilan yang perlu di-makeover, latihan pun perlu di-makeover terutama bila latihanmu mencapai tahap plateau atau tahap tanpa kemajuan.

Latihan yang seperti ini pada akhirnya akan menjadi tumpul dan stagnan. Yuk kenali 10 tanda bahwa kamu perlumakeover latihan dan solusinya seperti dilansir runner.id.

6. Lekas marah

Anyone can relate to it? Menjadi mudah marah atau sulit tidur di malam hari merupakan tanda-tanda overtraining. Berlatih dengan intensitas terlalu tinggi, terlalu sering, atau kombinasi keduanya tanpa dibarengi istirahat yang cukup bisa memicu gejala tersebut di atas.

Solusi: Buatlah catatan latihan. Selain durasi latihan, jarak yang ditempuh, atau hal teknis lainnya, cantumkan juga emosi yang kamu rasakan.  Dengan demikian kamu bisa menganalisa latihan demi latihan berikut kemajuan dan masalah yang dihadapi. 

7. Nyeri sendi

Langsung lari tanpa pemanasan dan perenggangan hanya akan menyakiti diri sendiri. Melewatkan keduanya bisa menyebabkan nyeri sendi.

Solusi: Selalu lakukan pemanasan dinamis sebelum latihan dan peregangan setelahnya dengan memfokuskan pada otot yang digunakan saat berlatih.  

8. Tidak ada hasil

Latihan yang tidak membuahkan hasil bisa saja terjadi bila kamu telah memaksimalkan seluruh potensimu, demikian menurut National Academy of Sports Medicine di Amerika Serikat. Pada masa awal latihan, kemajuan dapat berlangsung dengan cepat. Ini terjadi karena kamu berada di titik yang jauh dari potensi tertinggimu.

Setelah beberapa waktu, tubuh beradaptasi dan kamu makin mendekati potensi tertinggi sehingga kemajuan yang kamu rasakan tidak seperti pada masa awal latihan.

Solusi: Ambil beberapa hari libur latihan, lalu kembalilah berlatih, dan perhatikan apakah terjadi kemajuan. Stagnasi bisa terjadi karena kurang masa pemulihan atau masa pemulihanmu kurang maksimal. Bila memungkinkan, gunakan jasa coach yang bisa membantu mengatasiweak spot-mu. 

9. Bolos latihan

Bila latihannya menjemukan, kita cenderung menghindari latihan dengan berbagai alasan. Sebut saja, karena hujan, track larinya penuh, atau sedang dikejar deadline.

Solusi: Coba cari tahu mengapa kamu terus mencari alasan. Mungkin karena pelari lain memberimu tatapan yang menghakimi. Mungkin juga karena tempat latihannya kurang menyenangkan. Bila iya, bisa jadi pindah tempat latihan menjadi solusi jitu. Coba juga tetapkan tujuan baru atau bergabung dengan klub lari baru. Atau mungkin saja, kamu perlu melatih juga ‘otot mental’.

10. Tujuanmu berubah

Tujuan dan target latihan bisa berubah seiring berjalannya waktu. Mungkin pada awalnya kamu berlari untuk menurunkan berat badan. Kini kamu ingin mampu berlari maraton. Kondisi kesehatan, seperti hipertensi atau masalah jantung juga bisa mengubah tujuan.

Solusi: Berkonsultasilah dengan dokter bila kamu memiliki masalah kesehatan dan ingin berlari. Ingat, tujuan olahraga adalah agar sehat, bukan malah jatuh sakit.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *